⁠Astressin-B Si Penumbuh dan Penghitam Rambut⁠

metrotvnews.com

Home | Metro View | Kolom |  Newsticker

 

⁠Astressin-B Si Penumbuh dan Penghitam Rambut⁠
⁠Minggu, 20 Februari 2011 08:04 WIB

SEKUMPULAN peneliti Amerika Serikat mengamati bagaimana stres mempengaruhi usus untuk menemukan sebuah senyawa kimia kuat yang menyebabkan tikus menumbuhkan kembali bulunya dengan memblokade hormon terkait stres.

Meski hasil penelitian belum diuji pada manusia, senyawa itu terbukti menumbuhkan bulu lebih banyak pada tikus dibandingkan dengan minoxidil, senyawa dalam Rogaine, obat yang populer untuk kebotakan. Demikian diserukan jurnal PLoS One.

“Ini bisa membuka wawasan baru untuk mengobati kerontokan rambut pada manusia melalui modulasi reseptor hormon stres, terutama kerontokan yang berkaitan dengan stres kronis dan penuaan,” kata Mulugeta Juta, penulis studi, belum lama ini.

Para peneliti dari University of California di Los Angeles dan Veterans Administration ini menemukan senyawa kimia penumbuh rambut ini benar-benar tak disengaja.

Sebelumnya tim ilmuwan menggunakan tikus mutan yang telah direkayasa secara genetik yang diubah untuk menghasilkan terlalu banyak hormon stres yang disebut faktor pelepas corticotrophin (CRF). Kondisi stres kronis adalah pemicu tikus-tikus itu kehilangan bulu di punggung mereka.

Tim peneliti menyuntikkan senyawa kimia yang disebut astressin-B, yang dikembangkan oleh Salk Institute yang berbasis di California, ke tubuh tikus untuk mengetahui bagaimana penghambat CRF dapat mempengaruhi fungsi pencernaan.

Ketika tidak melihat ada pengaruh pada awalnya, mereka melanjutkan memberikan senyawa itu selama lima hari. Para peneliti menyelesaikan tes pencernaan tikus-tikus yang sudah disuntik astressin-B dan menempatkan tikus kembali ke kandang bersama kelompoknya yang memiliki bulu.

Ketika para peneliti kembali untuk melakukan pemeriksaan lagi terhadap tikus yang stres tiga bulan kemudian, alangkah terkejutnya karena mereka tak tidak bisa lagi membedakan mana tikus yang stres dan yang tidak karena semuanya sudah tumbuh bulu kembali.

“Temuan kami menunjukkan bahwa pengobatan dengan senyawa ini dalam waktu singkat menyebabkan pertumbuhan kembali bulu yang panjang pada tikus mutan yang stres kronis,” kata Mulugeta dari David Geffen School of Medicine di UCLA.

Bukan hanya membantu pertumbuhan rambut, senyawa ini juga dapat membantu mempertahankan warna rambut dan mencegah agar tidak berubah warna menjadi abu-abu.

“Molekul ini juga membuat warna rambut, mencegah rambut beruban,” katanya.

Pengobatan yang hanya butuh waktu lima hari ternyata memberikan efek pertumbuhan bulu yang berlangsung hingga empat bulan, ini jelas mengejutkan para peneliti.

“Ini adalah waktu yang relatif lama (efek pertumbuhan bulu), mengingat bahwa umur tikus adalah kurang dari dua tahun,” kata Mulugeta.

Sementara ketika peneliti memberikan perlakuan terhadap tikus botak dengan minoxidil saja, hasilnya kurang maksimal, yaitu bulu tikus tumbuh jarang dan tidak panjang, seperti halnya pada manusia. Hal ini menunjukkan bahwa astressin-B juga bisa digunakan untuk menumbuhkan rambut manusia, kata tim peneliti.

Salah satu peneliti, Yvette Tache, seorang profesor kedokteran di UCLA, mengatakan dibutuhkan waktu hingga lima tahun memulai uji klinis pada manusia. (go4/*****)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s